Wednesday, July 5, 2017

Refleksi : Tundukkan Pandanganmu

Seorang suami mengadukan apa yang dia rasakan kepada seorang Syeikh. Dia berkata:

Ketika aku mengagumi calon isteriku seolah-olah dalam pandanganku Allah tidak menciptakan perempuan yang lebih cantik darinya di dunia ini.

Ketika aku sudah meminangnya, aku melihat banyak pula perempuan seperti dia.

Ketika aku sudah menikahinya aku lihat banyak sekali perempuan yang jauh lebih cantik dari dirinya.

Ketika sudah berlalu beberapa tahun pernikahan kami, aku melihat seluruh perempuan lebih manis daripada isteriku.

Syeikh berkata: "Apakah kamu mahu aku beritahu yang lebih dahsyat daripada itu dan lebih pahit?"

Laki-laki itu terus berkata: Iya, mahu.

Syeikh: Sekalipun kamu mengahwini seluruh perempuan yang ada di dunia ini pasti anjing yang berkeliaran di jalanan itu lebih cantik dalam pandanganmu daripada mereka semua.

Laki-laki itu tersenyum masam, lalu ia bertanya: "Kenapa tuan Syeikh berkata demikian?"

Syeikh: Kerana masalahnya terletak bukan pada isterimu. Tapi masalahnya adalah bila manusia diberi hati yang tamak, pandangan yang menyeleweng dan kosong dari rasa malu kepada Allah; tidak akan ada yang bisa memenuhi pandangan matanya kecuali tanah kuburan.

Rasulullah bersabda: "لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ ثَانِيًا، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ "

"Andaikan anak Adam itu memiliki lembah penuh berisi emas pasti ia akan menginginkan lembah kedua, dan tidak akan ada yang boleh memenuhi mulutnya kecuali tanah. Dan Allah akan menerima taubat siapa yang mahu bertaubat".

Jadi, masalah yang kamu hadapi sebenarnya adalah kamu tidak menundukkan pandanganmu dari apa yang diharamkan Allah.

Sekarang, apakah kamu menginginkan sesuatu yang akan mengembalikan kecantikan isterimu seperti pertama kali kamu mengenalnya? Ketika ia menjadi wanita tercantik di dunia ini?

Laki-laki itu: Iya, mau sekali.

Syeikh: Tundukkan pandanganmu!!!

Sumber: Petikan dari Internet
Post a Comment

Most Popular