Saturday, November 7, 2009

Al-Wahhab :: Yang Maha Pemberi...

Dengan Nama Allah SWT...

Dipetik dari kuliyyah Ust Kariman petang tadi -

"(Mereka berdoa dengan berkata): "Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau memesongkan hati kami sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan kurniakanlah kepada kami limpah rahmat dari sisiMu; sesungguhnya Engkau jualah Tuhan Yang melimpah-limpah pemberianNya.""
(QS Ali 'Imran, 3:8)

Antara intipati ayat tersebut:
  • kita sebagai hambaNya yang lemah memohon untuk sentiasa berada di dalam hidayah dan tidak dipesongkan hati kita setelah diberikan hidayah;
  • limpah rahmat Allah SWT sentiasa diberikan kepada kita sebagai hambaNya.

Allah SWT yang bersifat Al-Wahhab bermaksud Yang Maha Pemberi. Diberikan kepada kita 2 nikmat iaitu nikmat besar dan nikmat kecil. Seringkali kita lupa dan alpa akan nikmat besar pemberian Allah SWT itu.

Nikmat besar yang mana jika Allah SWT tidak menghendaki dan memberikan kepada hambaNya, kita tidak akan mampu hidup tanpanya. Nikmat besar tersebut merangkumi oksigen yang membuatkan kita hidup dan bernafas, matahari yang memancarkan surianya di siang hari, bulan yang mengindahkan malam, nikmat anggota tubuh badan kita (mata, telinga, mulut, kaki, tangan, hidung, jantung, hati, buah pinggang dan keseluruhannya), nikmat tidur yang tidak boleh dipaksa-paksa, nikmat bangun dari tidur...semuanya merupakan pemberian Allah SWT kepada hambaNya tanpa memilih kasih, samada yang taat dan patuh atau yang lupa dan ingkar....semuanya diberikan nikmat hidup dan kehidupan.

Allah tidak menyuruh kita mencari nikmat tersebut, bahkan Allah SWT lah yang memberi tanpa kita meminta semua nikmat tersebut terlebih dahulu...Allah SWT memberi tanpa meminta balasan apa-apa dari kita, tanpa mengharapkan apa-apa balasan, malahan diberiNya nikmat besar ini berulang-ulang...walhal kalau Allah SWT berkehendak, Dia berhak tidak memberikan nikmat tersebut kepada hambaNya.

Sifat Allah SWT Yang Maha Pemberi tanpa pernah mengurangkan langsung perbendaharaanNya dan kekayaanNya. Dia yang tidak pernah jemu-jemu memberi dan tidak marah bila kita meminta. Dia yang memberi tanpa diminta...lihatlah pada sekeliling kita dan kita sendiri dijadikan sempurna, itupun kita rasa tak cukup sempurna, tak cukup cantik...itulah kita yang bernama manusia, sentiasa merasakan tidak cukup dengan apa yang ada.

Nikmat kecil merupakan nikmat yang kita cari seperti tempat berteduh (rumah) - nak rumah besar ke rumah sederhana besar ker, yang nie kita kene cari, kereta mewah, kereta keluarga, kereta compact mengikut pilihan kita - semuanya kita kene cari, nikmat mewah dan sebagainya merupakan nikmat kecil yang tanpanya sebenarnya pun kita boleh hidup. Kalau nak, kene cari nikmat kecil nie. Malangnya kita kurang sedar bahawa nikmat-nikmat kecil yang mana kita berhajat, berusaha dan kekadang tak dapat itu, kita selalu rasa resah, meronta-ronta hati kita, dan kecewa tanpa kita sedar bahawa nikmat kecil tersebut telah kita jadikan sebagai nikmat besar dalam hidup kita...bila putus cinta atau gagal exam ada yang sampai nak bunuh diri, bila ditegur sikit ada yang merajuk berminggu-minggu atau
berbulan atau bertahun walaupun benar, cara tegurannya kurang betul, bila tak dapat kasut idaman, terus takde mood - bila suami/isteri/anak-anak tak wish birthday pun merajuk - dan sebagainya lah...

Bagaimana cara kita bertakhalluq:
  • memberi tanpa mengharapkan balasan
"Dan janganlah engkau memberi (sesuatu, dengan tujuan hendak) mendapat lebih banyak daripadanya" - (QS Al-Muddatstsir, 74:6)
  • bila kita memberi, jangan mengharap orang tersebut akan membalas balik ataupun mendapat balasan lebih banyak dari apa yang telah kita berikan selama ini;
  • bagi yang telah diberi pulak, jangan lah kita merasa tidak cukup dengan pemberian tersebut;
  • sekiranya kita diberi, memang digalakkan untuk kita membalas balik, tapi sekiranya kita yang memberi, janganlah kita meminta dibalas. Kalau nakkan balasan, mintaklah pada Al-Wahhab kerana Dia sahajalah yang layak membalas segala perbuatan-perbuatan baik kita...itupun belum tentu lagi baik kalau kita tidak ikhlas dan ihsan...sebaik-baiknya, mintalah kepada Allah SWT, kerana Dialah Yang Maha Pemberi.
Kita seringkali kecewa bila apa yang kita usahakan tidak menjadi, atau yang kita usahakan tidak dihargai atau tidak nampak di mata orang...kita juga seringkali rasa marah bila kita rasakan kita banyak memberi dari kita menerima...pernah dengar atau pernah kita sendiri ungkapkan kata-kata ungkitan seperti ini..."asyik-asyik aku kene buat keje" "asyik-asyik aku yang kene beralah" "asyik-asyik aku yang kene marah" - bila kita membesarkan nikmat yang kecil, begitulah jadinya.
Selalu jugak saya lupa bahwa memberi itu lebih baik dari menerima. Selalu jugak saya lupa bahwa apa yang saya beri itu rupernya seumpama debu-debu jika dibandingkan pemberian Allah SWT kepada saya...lupa juga saya akan nikmat-nikmat besar yang diberikan yang mana mustahil untuk saya membalas balik nikmat-nikmat besar Allah SWT itu...Astaghfirullah!
Rupernya saya ditegur dengan cara yang amat halus sekali dari Allah SWT...memberi itu jangan diharapkan balasannya. Yang layak membalas hanyalah Allah SWT sahaja! Jika kita berlapang dada di dalam setiap pemberian kita kepada manusia lain, samaada dalam bentuk wang, masa, harta benda, hati dan perasaan tanpa mengharapkan apa-apa balasan...InsyaAllah, Allah SWT akan memberikan kita ganjaran yang lebih besar lagi yang tak terhitung dengan harta benda di dunia...
- bagi yang pernah terasa hati dengan saya, atau terkecil hati, terluka hati ke dan sebagainya, maafkan dan ampunkanlah saya, jangan disimpan di dalam hati. hidup ni tak lama...mana tahu esok lusa, sampai pulak masa saya dipanggil untuk diperhitungkan di sana nanti...- Wallahua'lam :-)
Post a Comment

Most Popular