Friday, July 10, 2015

Ramadhan Journey Day 24

Juzu' 18 - Surah Al-Mu'minūn

Allah swt berfirman yang bermaksud :
1. Sungguh beruntung orang-orang yang beriman
2. Iaitu orang yang khusyuk di dalam solatnya
3. Dan orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna
4. Dan orang yang menunaikan zakat
5. Dan orang yang memelihara kemaluannya
6. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela
7. Tetapi barang siapa mencari di balik itu, (zina dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas
8. Dan sungguh beruntung orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya
9. Mereka itulah yang akan mewarisi
10. Yakni yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

Setiap dari kita yang beriman, pasti menginginkan syurga Firdaus, tingkatan syurga yang paling tinggi sekali. Bagaimana untuk kita mencapainya dengan izin Allah swt jua? Berusahalah kita untuk menjadi hamba yang mukminīn dan mukmināt yang mencapai kemenangan, kebahagiaan dan beroleh keuntungan. Dan bagaimana caranya untuk mencapai hamba yang mukminīn dan mukmināt? Allah swt bagi jawapannya sekali seperti di dalam surah di atas.

Yang pertama-tamanya di sebut adalah :
“Orang-orang yang khusyu’ dalam solatnya.” - sangat beruntunglah orang-orang yang khusyu' di dalam solatnya

‘Ali bin Abi Thalhah menceritakan dari Ibnu ‘Abbas: khaasyi’uuna (“Orang-orang yang khusyu’”) yaitu orang-orang yang takut lagi penuh ketenangan.” Dari ‘Ali bin Abi Thalib ra: “Yang dimaksud dengan khusyu’ di sini adalah kekhusyukan hati.” Sedangkan al-Hasan al-Bashri mengungkapkan: “Kekhusyukan mereka itu berada di dalam hati mereka, sehingga kerananya mereka menundukkan pandangan serta merendahkan diri mereka.”
Khusyu’ dalam solat hanya dapat dilakukan oleh orang yang berupaya  mengkonsentrasikan hati padanya serta melupakan berbagai aktiviti selain solat, serta mengutamakan solat atas perkara-perkara yang lain. Pada saat itulah akan terwujud ketenangan dan kebahagiaan baginya. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw. dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan an-Nasa-i, dari Anas, dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Diberikan kepadaku kecintaan terhadap wanita dan wangi-wangian, dan solat dijadikan untukku sebagai amalan yang paling menyenangkan.” (HR Ahmad dan an-Nasa-i). ~
https://alquranmulia.wordpress.com/2013/10/31/tafsir-ibnu-katsir-surah-al-muminuun-1/

Mereka yang khusyuk dalam solat merasa gementar ketika berdiri mengadap Allah swt. Hati mereka tenang dan khusyu' hingga menjalar ke seluruh tubuh badan, wajah dan gerak geri mereka. Jiwa mereka diselubungi dengan kebesaran Allah. Segala ingatan yang lain hilang dari fikiran mereka.

Mereka tidak teringat kepada yang lain dari Allah swt dan seluruh perasaan mereka tertumpu kepada-Nya dan berbicara denganNya. Apabila berdepan dengan Allah swt yang Maha Suci maka lenyaplah segala yang ada disekeliling mereka dan sesuatu yang lain yang ada di dalam hati mereka. Hati mereka bersih dari segala kekotoran. Mereka tidak menyimpan dalam hati mereka sedikitpun dari kekotoran ini bersama dengan kebesaran Allah. Pada ketika itu manusia itu berhubung dengan penciptanya dan rohnya bertemu jalannya dan hati yang sepi menemui tempatnya dan pada ketika itu juga kecillah segala nilai-nilai, segala benda dan sekelian alam kecuali sesuatu yang mempunyai hubungan dengan Allah swt.

Susah atau senang untuk khusyu' di dalam solat? Tanya diri kita masing-masing bagaimana solat kita seharian. Kadang-kadang masa solat itula kita akan teringat barang2 yang kita lupa letaknya di mana, teringat lampu tak ditutup lagi, air di dapur tengah dijerang, assignment tak habis buat lagi, kerja ada sikit lagi nak kene siapkan, baju tak sidai lagi dan macam-macam lagi hal dunya yang kita ingat semasa solat. Susahnya hendak khusyu' dan begitu jugalah sukarnya untuk menggapai Jannatul Firdausi. Namun tidak mustahil, sebagai seorang Muslim, apa lagi yang kita perlukan selain redha Allah swt? Harta yang melimpah ruah, anak-anak yang ramai, pangkat yang meninggi, kuasa dunia yang diluar batasan tidak akan berguna di sana nanti sekiranya kita bukan tergolong di kalangan orang-orang yang beriman dan dicintai Allah swt dan Rasulullah saw.

Berusahalah kita untuk mencapai kemenangan, kebahagiaan dan keberuntungan yang hakiki dan kekal.

Semoga Allah swt redha kita sebagai hamba-Nya dan semoga Allah swt berbelas kasihan menempatkan kita, keluarga dan saudara-saudara kita di syurga yang kekal abadi. Aameen.

Allahul musta'aan.

Post a Comment

Most Popular