Monday, August 4, 2008

Teka teki Imam Al-Ghazali...

Ahad-3 Ogos 2008
Hari nie perjalanan agak panjang
Dari Kuching - Putrajaya - sehinggalah ke Kemaman
Perjalanan yang mengambil masa lebih kurang 10 jam memang berbaloi...dengan keletihan yang tidak terasa lagi...sampai di INTAN Pantai Timur dalam jam 10pm, terus masuk kuliah mengenai Integriti Sektor Awam dan...dapatlah serba sedikit ilmu dari sebanyak-banyak ilmu yang ada...

Antaranya:
Teki-teki Imam Al-Ghazali

Suatu hari Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya dan kemudian beliau memberikan pertanyaan teka-teki…

Imam Ghazali : “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”
Murid 1 : Orang tua
Murid 2 : Guru
Murid 3 : Teman
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu adalah janji Allah SWT bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati (Surah Ali-Imran : 185).

Kita selalu lupa bahawa saat-saat kematian itulah yang paling dekat dengan diri kita di dunia...hidup hanya sementara, sedangkan MATI itu sesuatu yang pasti...selalu juga kita berbangga dengan segala yang kita ada di dunia padahal semuanya bersifat sementara...ada yang berbangga dengan harta yang ada, anak yang ramai, kepandaian yang membuatkan seseorang mulia di mata manusia lain, pangkat dan kemuliaan yang diberikan oleh seorang manusia yang lain...segala yang kita ada di dunia ini akan ditinggalkan kecuali amal ibadat dan amal jariah kita, dan anak yang soleh dan solehah yang mendoakan kita...bagi yang masih belum punya anak jangan bersedih kerana amal jariah yang kita tinggalkan di dunia InsyaAllah dapat menolong kita di Padang Mashyar kelak...

Imam Ghazali : “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”
Murid 1 : Negeri Cina
Murid 2 : Bulan
Murid 3 : Matahari
Iman Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Pepatah ada mengatakan bahawa MASA ITU EMAS, seperti bernilainya emas di mata manusia, begitulah bernilainya MASA...tapi selalunya manusia lebih memandang bernilainya emas lebih dari bernilainya MASA. Kita selalu membazirkan masa yang ada sehinggakan ada yang selalu mengatakan tidak punyai cukup masa untuk mengatur kehidupan sendiri dan keluarga...berapa lagi masa yang kita perlukan sehingga ianya menjadi cukup buat kita...setiap orang mempunyai 24 jam sehari dan ada yang mampu membahagikan masa tersebut sehingga menjadi cukup untuk bekerja, keluarga, diri sendiri dan juga Tuhan Yang Maha Menciptakan...tetapi selalunya, kita beranggapan bahawa masa yang ada tidak mencukupi untuk kita melakukan semua...barangkali sekiranya diberikan masa selama 100 jam sehari juga mungkin tidak akan pernah cukup bagi manusia yang tidak pandai menghargai masa...
Masa yang lalu juga sudah pergi terlalu jauh untuk kita kenangi..."Let bygone be bygone"...hargai masa yang sedia ada dan penuhi masa tersebut dengan sebaiknya, masa yang akan datang belum tentu akan sampai kepada kita kerana kita tidak tahu samada kita punya kehidupan untuk masa akan datang...kerana bila-bila masa sahaja kita akan MATI...dan nikmat yang Allah S.W.T pinjamkan kepada kita akan dikembalikan kepada Yang Hak.

Imam Ghazali : “Apa yang paling besar di dunia ini?”
Murid 1 : Gunung
Murid 2 : Matahari
Murid 3 : Bumi
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf : 179).

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah SWT) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah SWT), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah SWT). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.

Hawa Nafsu - yang tidak nampak tetapi mempunyai peranan yang besar di dalam diri kita yang bernama insan. Tanpa hawa nafsu, kita tidak ada perasaan untuk makan, minum, bekerja, tidur, bercinta, berkeluarga dan beribadah...hawa nafsu bila tidak dikawal dengan iman akan menguasai kita manusia. Bila sesuatu perkara dibuat dengan nafsu...jadilah kita sehina-hina makhluk di bumi lebih hina dari haiwan yang hina...Berhati-hatilah dengan hawa nafsu kita...kawal hawa nafsu kita agar ianya tidak menguasai diri kita...bila rasa seperti hawa nafsu sedang menguasai diri kita, carilah jalan agar ianya tidak berpanjangan walaupun jalan yang kita tempuhi itu sukar dan panjang...InsyaAllah perjuangan menentang hawa nafsu merupakan satu jihad kepada kita...orang yang mati dalam keadaan berjihad InsyaAllah...bahagianya akan tiba di sana.

InsyaAllah...nanti saya akan ulaskan yang selanjutnya...perlu rehat sebentar untuk sesi seawal paginya nanti...

Post a Comment

Most Popular