Thursday, June 9, 2016

Muhasabah Diri : Bahaya Orang Yang Enggan Melunasi Hutangnya (Ramadhan Hari 4)

Kecintaan berhutang umpama Cinta kepada Kolesterol.
Sedapnya makanan yang berkolesterol sehingga makan berkali kali dan berulang ulang kali sehingga akhirnya tanpa sedar, ianya memudaratkan tuan punya badan. Begitu juga dengan hutang.

Ada yang suka berhutang, hutang tak habis bayar lagi, pinjam hutang dari institusi lain dan tutup lubang hutang lama, buka lubang hutang baru yang lebih besar. Saya menganggap ini sebagai penyakit. Orang yang suka berhutang adalah orang yang berpenyakit.

“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan [3] hutang, maka dia akan masuk surga”. (HR. Ibnu Majah no. 2412. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Bahayanya bagi orang yang enggan melunasi hutang mereka ini, apabila mereka mati, kebaikan mereka menjadi galang ganti. Sekiranya tiada kebaikan yang tinggal, Subhanallah...tiada apa lagi yang tinggal, kepada Allah swt sahajalah yang akan memberi balasannya kerana tiada dirham atau dinar di sana nanti untuk melunasi hutang tersebut.

Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). Ibnu Majah juga membawakan hadits ini pada Bab “Peringatan keras mengenai hutang.”

Urusan orang yang berhutang masih menggantung. Berhati hatilah bagi orang yang berhutang dan tidak mahu melunasinya. Urusannya tergantung, tidak ada hukuman baginya, sama ada selamat atau binasa sehinggalah hutangnya dilunasi.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi)

Orang yang berhutang dan berniat tidak mahu membayar balik hutang tersebut adalah seorang pencuri.
Dari Shuhaib Al Khoir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih) 

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.” (HR. Bukhari no. 18 dan Ibnu Majah no. 2411). 

Zalim jika mampu membayar hutang tersebut, tetapi melambat-lambatkannya
Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:
“Barangsiapa mengambil harta orang yang ia bermaksud merosakkannya(tidak mahu membayarnya),nescaya ALLAH S.W.T akan merosakkannya.”
(HR.Bukhari)

Ingatlah, wahai orang-orang yang berhutang, apabila kita berhutang, kita telah meletakkan belenggu di batang leher kita sendiri dan belenggu itu akan hanya terlepas sebaik sahaja kita melunasi hutang-hutang kita. Kalau tidak sempat dilunaskan sehingga kita mati, ianya akan terus di bawa sehingga ke pengadilan di akhirat. Dibayar dengan kebaikan yang kita perolehi di dunia, dan sekiranya tiada kebaikan, cuba bayangkan dengan apa lagi yang akan kita bayar hutang kita itu, bilamana semua kebaikan kebaikan kita kumpul di dunia telah diambil untuk membayar hutang yang kita tidak lunasi???? Allahu Allahu Allahu...

Saya hairan dengan orang yang berhutang, tetapi masih bermewah mewahan, masih gembira secara zahirnya, masih menunjuk-nunjukkan apa yang mereka ada walaupun kebanyakannya diperolehi dengan berhutang, hairannya dengan manusia, hairannya dengan manusia, hairannya dengan kita!

” Tanda orang-orang munafik itu ada tiga” :-
1. Apabila bercakap dia dusta
2. Apabila berjanji dia mungkir janji
3. Apabila diamanahkan dia khianat.

Tidak kiralah kita siapa, alim ulama, ustaz ustazah, hafiz hafizah, orang biasa, pekerja swasta, pekerja kerajaan, ahli perniagaan, peniaga pasar malam, peniaga online, peminta sedekah dan keseluruhannya yang bergelar manusia, sekiranya kita berhutang dan berjanji melunasi hutang tersebut pada sekian-sekian waktu, penuhilah janji-janji anda dan jangan mungkiri, kerna kita mungkin akan tergolong dari orang-orang di atas menurut salah satu dari 3 tanda tersebut.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Sering Berlindung dari Berhutang Ketika Shalat 

Bukhari membawakan dalam  kitab shohihnya pada Bab “Siapa yang berlindung dari hutang”. Lalu beliau rahimahullah membawakan hadits dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdo’a di akhir shalat (sebelum salam): ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHROM (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak utang).” 
Lalu ada yang berkata kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kenapa engkau sering meminta perlindungan adalah dalam masalah hutang?” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika orang yang berhutang berkata, dia akan sering berdusta. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari.” (HR. Bukhari no. 2397)

Orang yang berhutang ini akan sering berdusta, bila berjanji, dia akan mengingkarinya.
Semoga Allah swt permudahkan hati kita untuk membayar hutang. Semoga Allah lindungi kita dari banyak berhutang dan dari enggan melunasinya.

Allahu Ta'ala A'lam
Allahul Musta'aan
Post a Comment