Thursday, July 24, 2014

Travel : Ibrah Permusafiran Banda Aceh - kami lihat, kami dengar dan kami rasa

Kami lihat, kami dengar dan kami rasa...
Rasa yang menggugat jiwa
Lihat yang mampu mengalirkan air mata
Dengar yang menggetarkan halwa telinga
Ceritera mereka mampu menghiris jiwa, menikam, 
menusuk jiwa yang sangat kecil dan rapuh ini.

Tanah Rencong Nanggroe Aceh ini saya kunjungi buat kali ke-2. Musafir kali ini sedikit berbeza memandangkan kami membawa misi besar dan amanah dari sahabat-sahabat dan keluarga yang telah memberi sumbangan infaq untuk yang memerlukan di sana.

Ibrah musafir mengenalkan saya pada jiwa2 besar, mengenalkan saya pada kemanisan ukhuwah dari peserta2, membina simpulan silaturrahim yang InsyaAllah akan terbina sampai bila2, memberi sinergi positif yang luar biasa hebatnya, meneladani abang2 dan kakak2 yang luar biasa energinya, menyimpulkan senyum pada keletah dan telatah adik2 yang luar biasa aktif nya dan cerianya. Kesabaran penunjuk jalan kami dan pemandu kami di dalam menunjukkan arah dan memberi penerangan tidak jemu dan tanpa sedikitpun menunjukkan rasa penat, sangat menakjubkan. Orang2 Aceh ini luar biasa sopan santun dan sambutannya. Mana mungkin saya bisa tidak terpaut hati kepada mereka. Sungguh menyantun budaya mereka. Kesemuanya menjadikan ibrah ini suatu perjalanan singkat yang bermakna.

Kutipan sumbangan juga luar biasa jumlahnya dengan jumlah keseluruhan lebih kurang RM35 ribu. Alhamdulillah rezeki anak-anak yatim Aceh. 
Terima kasih semua kerna masih ada orang2 hebat yang sama kecenderungannya. Dalam permusafiran, ada manfaat dan tujuannya. Semoga Allah swt redha dengan musafir dan kelana kita dan semoga Allah swt redha kita sebagai hambaNya. Aameen.
Post a Comment