Tuesday, April 12, 2011

Surah Al-Ikhlas

ALLAH berfirman:
"Katakanlah: 'Dia lah ALLAH, Yang Maha Esa/Tunggal. ALLAH adalah Rabb yang segala sesuatu bergantung kepadaNya. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setaraf/sedarjat denganNya." (Al-Ikhlas: 1-4)

Syaikh Abdul Aziz bin Bazz menjelaskan: Tentang keadaan surat AL-Ikhlas yang menyamai sepertiga Al-Quran ini, yaitu bahwasanya Al-Quran terdiri dari 2 bagian, yaitu berita dan insya' (perintah dan larangan). Berita dalam firman ALLAH ini terbagi 2 lagi yaitu:

Datang dari ALLAH tentang nama-nama dan sifat-sifatNya; 
Berita yang datang tentang makhlukNya seperti syurga, neraka, tanda-tanda kiamat dan seluruh apa yang terkandung dalam Al-Quran dari janji dan ancaman serta berita tentang apa yang sudah terjadi dan yang akan datang. Dan surah ini (Al-Ikhlas) murni menjelaskan tentang (nama dan sifat ALLAH), maka dikaitkan ia menyamai sepertiga Al-Quran. 

Dan sungguh surah ini telah menunjukkan pokok-pokok yang besar yang dapat kita ambil faedahnya, di antaranya menetapkan semua sifat yang sempurna bagi ALLAH saja serta menafikan semua sifat kekurangan dan aib.

Surah Al-Ikhlas ini, kandungannya penuh dengan pokok-pokok dan kaedah-kaedah ilmuTauhid.

Kerana sesungguhnya firmanNya اللَّهُ أَحَدٌ, yaitu ALLAH bersendiri dengan keagungan, kesempurnaan serta menyendiri dengan keagungan, keindahan, kemuliaan dan kesombongan.
Dan diwujudkan dengan اللَّهُ الصَّمَدُ, yaitu ALLAH adalah Tuhan Yang Maha Agung, yang merupakan puncak dari kedudukan yang paling tinggi, ALLAH Yang Maha Agung dan Sempurna dalam keagunganNya, ALLAH yang Maha Mengetahui dan Sempurna dalam IlmuNya, ALLAH Yang Maha Bijaksana dan Sempurna dalam hukumNya serta ALLAH adalah Yang Maha Sempurna dalam semua nama-nama dan sifat-sifatNya.

Dan diantara makna الصَّمَدُ bahawa ALLAH adalah yang dituju oleh semua makhluk dalam semua hajat/kepentingan serta ALLAH Yang Maha Sempurna yang diibadahi. Menetapkan ke-Esaan bagi ALLAH dan makna-makna الصَّمَدُ semuanya ini mengandungi penetapan rincian nama-nama ALLAH yang baik dan sifat-sifatNya yang tinggi. Dan ini adalah salah satu dari dua macam Tauhid, yaitu Itsbat (menetapkan) dan ini yang paling besar dari dua perkara ini. Dan perkara yang kedua, yaitu Tanzih (menyucikan) ALLAH dari kelahiran, sekutu, penyerupaan serta penyamaan dan ini masuk dalam firmanNya: "ALLAH itu tidak melahirkan dan tidak dilahrikan dan tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan ALLAH." (Al-Ikhlas: 3)

Yaitu, tidak ada yang sejajar, yang serupa, atau sebanding dengan ALLAH. Dan kapan saja terkumpul bagi seorang hamba kedudukan yang disebutkan dalam surah ini, yaitu dia membersihkan dan mensucikan ALLAH dari setiap kekurangan, sekutu, kesamaan atau penyerupaan, dan dia bersaksi dengan hatinya sendiri, atas keesaan ALLAH, kesombongan dan keagunganNya serta semua sifat-sifat yang sempurna yang semua itu kembali kepada dua nama yang mulia ini أَحَدٌ dan الصَّمَدُ yaitu Maha Tunggal dan Tempat bergantung segala sesuatu, kemudian ia menuju kepada Rabbnya yang ia tuju dalam beribadah serta dalam kepentingan lahir mahupun batin. Bila hal ini terdapat pada seorang hamba, maka telah sempurna baginya Tauhid ilmi i'tiqadi dan tauhid amali.

Maka benar bagi surah yang mencakupi ilmu ini yaitu tauhid i'tiqadi dan amali, ia menyamai sepertiga Al-Quran.

Untuk lebih lanjut, rujuk Kitab Syarah Al-Aqidah Al-Wasithiyah dan juga merujuk guru-guru yang 'alim di dalam bidang Tauhid. Yang di atas ini, telah dipetik dari kitab yang dinyatakan tadi.

Wallahua'lam. Semoga diri saya dijauhi sifat-sifat riak, takabbur, ujub dan sifat-sifat mazmumah yang lain di dalam perkongsian ilmu ini...Aaamin!
Post a Comment